Windy Maylawati[/caption]Wanita berperawakan tinggi, hitam namun manis ini selalu aktif mengikuti kegiatan di sekolahnya. Baik ekstra kurikuler maupun non ekstrakurikuler.
Terlihat dari kegiatannya di sekolah, yang aktif mengikuti OSIS, Paskibra juga tertarik bergelut di bidang Sastra.
Windi yang saat ini duduk di kelas XI IPA 1 mulai belajar sastra, ini dibuktikan olehnya saat cerpennya terpilih menjadi cerpen yang ditampilkan dalam acara Sastra Masuk Sekolah pada Senin (23/05) di Aula DPRD Kota Cilegon.
Saat ditanyai mengenai cerpennya yang berjudul kacamata ghaib, ia menceritakan tentang perjalanannya di jalan Lingkar Selatan Kota Cilegon.
Saya menemukan ide tentang nenek-nenek yang ditabrak, dan terpental ke kolong jembatan. Saat itu, Windi juga mengalami kecelakaan. Dibawah alam sadarnya, ada seorang nenek yang menceritakan bahwa jasadnya berada di kolong jembatan akibat ditabrak lari oleh seorang pemuda.
Setelah sadar, Windi menceritakan kepada keluarganya, dari situ, kakanya ingat, bahwa ia sebetulnya yang telah menabrak nenek-nenek itu, kemudian sekluarga mencari nenek tersebut, setelah ditemukan, kita kuburkan.
Ia mengungkapkan keinginanya terjun di dunia sastra. Kedepan, saya ingin mengikuti kegiatan sastra, baik teater, monolog, puisi, dan menulis. Setelah lulus sekolah saya juga tertarik mengambil jurusan pendidikan bahasa Indonesia. Ini dikarenakan saya harus ingin mengasah dan belajar menulis
"Saya mempunyai cita-cita menjadi seorang penulis, bisa membuat buku dan bagaimana pemikiran-pemikiran saya bisa saya tumpahkan didalam buku dan dibaca oleh khalayak.” ungkapnya." Tuturnya.

Post a Comment