Sebuah lem atau perekat yang dihasilkan oleh pohon kedondong (Bukan kedondong berbuah). Pohon ini menghasilkan lem alami kala batangnya dibacok atau digores. Dalam jangka satu minggu Biasanya sudah muncul lem pasca dibacok atau digores.
Pada tahun 90an, anak-anak di Kampung menggunakan Pulut sebagai perekat Untuk merakit layang-layang. Cukup efektif, menggunakan Plastik yang sudah didesain, kemudian menempelkannya disisi-sisi bambu yang sudah dibuat layang-layang.
Tidak hanya layang-layang, anak-anak di lingkungan Tegal Ratu Ciwandan Kota Cilegon, juga membuat petengan. Dengan desain bambu yang lebih banyak, terdapat dua pepet (bentuk bagian bawah).
Pepet kontol dan Pepet Suri. Pepet kontol dengan lengkungan di Dua sisi bawah. Pepet Suri dengan lengkungan berbentuk huruf U. Bedanya dengan layang-layang, Petengan memiliki bunyi dari pita yang dibuat khusus paling atas. Bernama peteng. Bila diterbangkan, mampu menghasilkan bunyi "ngeeeeng".
Baik layang-layang maupun Petengan, anak-anak menggunakan Pulut sebagai perekat dan cukup efektif.
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
Designed by OddThemes

Post a Comment