Program Cilegon Kota yang berwawasan lingkungan dicanangkan oleh pemerintah Kota Cilegon. Ini menunjukan berbagai masalah besar bagi kelangsungan hidup manusia. Khususnya masalah lingkungann. Lingkungan menjadi isu utama bagi masyarakat dunia karena menunjukan perubahan iklim yang signifikan.
Hal ini yang menjadikan berbagai kehidupan iklim di bumi semakin panas. Memang banyak sebab, salah satunya industrialisai. Namun, menurut Supreme Master Tv yang berpusat di Amerika, kontribusi besar bagi pemanasan global ialah pemakan daging. Hal ini juga yang disosialisasikan. Walaupun tidak semua masyarakat percaya.
Di Indonesia sendiri, pemansan global yang menjadikan suhu bumi semakin bertambah akibat lingkungan dan ekosistem alam yang rusak. Sejatinya, paru-paru dunia adalah Indonesia di Kalimantan. Namun, pembalakan liar yang selalu menjadikan masalah mengurangi ekosistem yang ada di dalam paru-paru dunia tersebut.
Sekarang kita coba menganalisis buruknya lingkungan akibat daerah industri. Tentunya, keberadaan industri ditengah masyarakat, yang berdampak buruk dalam lingkungan di wilayah industri.
Kota Cilegon, yang merupakan basis wilayah industri di Provins Banten. Menjadikan Kota ini disebut Kota Baja. Di Kota ini juga, terdapat pabrik baja terbesar di Indonesia, bahkan di asia tenggara. BUMN ini bernama PT. Krakatau Steel. Bukan hanya itu, terdapat tiga BUMN yang berada di Kota Cilegon. PT. ASDP bergerak dibidangn kepelabuhan. PT. Indonesia Power penyuplai listrik jawa-bali. Dan Pelindo II
BUMN, BUMS, BUMD dan perusahaan perorangan dan swasta juga mendominasi di kota ini. Ini menjadikan APBD Kota Cilegon besar. (RAPBD) Kota Cilegon tahun 2013 sebesar Rp 1,028 triliun melalui agenda rapat paripurna, Senin (3/12/2012).
Sehingga, banyak pembangunan yang dicanangkan pemerintah Kota Cilegon untuk kelangsungan masyarakat Cilegon. Walaupun, banyak problem, termasuk korupsi didalam pembangunan tersebut.
Kota Cilegon atau kota baja memilik problem, khususnya dibidang lingkungan. Mulai banjir, polusi, debu, bahkan kelestarian ekosistem laut. Tidak lama ini, masalah lingkungan mencuat bahkan disorot oleh media nasional adalah banjir di wilayah Kecamatan Ciwandan.
Banjir ini akibat adanya PT. Krakatau Posco. Perusahaan korea yang berdomisili wilayah di Ciwandan. Akibatnya, air dari sungai/kali yang mengalir ke muara tidak sebagaimana mestinya, karena ditutup oleh bangunan PT. Krakatau Posco. Sebelum berdirinya pabrik tersebut, aliran sungai/kali berjalan dengan lancar, sehingga tidak terjadi banjir.
Pada tahun 2013 telah terjadi banjir pada bulan januari. Namun, tidak diminimalisir oleh pemerintah ataupun pihak Posco. Kemudian, banjir terjadi lagi untuk yang kedua kalinya pada bulan Juli. Seharusnya, ketika banjir terjadi pada bulan januari, harus sudah diminimalisir dan dibuka kembali sungai menuju muara. “Sedia payung sebelum hujan”.
Seperti dikatakan Fu’ad warga Ciwandan, ia mengatakan tidak perlu ada bantuan-bantuan seperti makanan mie instan ataupun sembako yang lainnya, karena bantuan itu tidak menyelesaikan masalah keberlanjutan. Yang dibutuhkan ialah bantuan keberlanjutan seperti solusi untuk tidak terjadi banjir lagi. Salah satunya, pembuatan muara.
Polusi Udara Menyebabkan 2.934 Masyarakat Ciwandan Terjangkit ISPA
Basis Industi yang berada di Ciwandan, membuat maslah yang besar bagi lingkungan dimasyarakat. Banyaknya industrialisasi membawa dampak buruk yang berkepanjngan. Informasi yang didapat dari media Banten Post. Sebanyak 2.934 masyarakat ciwandan terjangkit ISPA (Infeksi Saluran Penularan Akut). Ini angka yang mencengangkan, hampir menembus angka 3000.
Dokter Umum Puskesmas Ciwandan, Isnayati mengungkapkan, penderita ISPA di kawasan Ciwandan akibat lingkungannya dekat dengan kawasan industri. sehingga kondisi udaranya sudah terkena polusi. “Penyebab ISPA bukan hanya debu yang ditumpangi bakteri saja. Polusi dari pabrik pun tidak kalah mengkhawatirkan. Di Kelurahan Tegalratu sering tercium bau tidak enak banget dari pabrik,” ungkapnya kepada BANTEN POS.
Bau tersebut, sambung Isnayati, bila terjadi terus menerus akan menyebabkan rusaknya saraf penciuman pada manusia.
Dari lembar data grafik di Puskesmas, kenaikan kasusunya tiap bulan menunjukan angka yang cukup mengkhawatirkan. Pada Januari saja terdapat 564 kasus, Februari terdapat 960 kasus, Maret terdapat 744 kasus, dan April terdapat 670 kasus. “Untuk Mei kami belum bisa rilis,” Kata Isnayati.
Lebih lanjut Isnayati memaparkan, jumlah usia dewasa penderita ISPA yang paling dominan yakni mencapai 1.469 kasus dan anak-anak usia 1-5 tahun mencapai 1.106 kasus. “Yang tidak kalah mengejutkan, ISPA menjangkit bayi usia 0-1 tahun dengan jumlah yang tidak sedikit, yaitu 364 kasus,” jelasnya.
Sementara, sambungnya, jumlah penderita ISPA terbesar disumbang oleh kelurahan Tegalratu sebanyak 1.122 kasus. Peneyabnya, wilayah lebih dekat dengan kawasan industri dan jalan raya sehingga rentan dengan banyaknya debu yang bertebaran. “Warga Tegalratu lebih banyak karena tiap hari bersinggungan langsung dengan penyebab terjadinya ISPA,” kata Isnayanti. Dikutip dari BANTEN POS, (14/5). Dikutip pada 6 Agustus 2013 23.00 Wib.
Memang, saya sebagai masyarakat Ciwandan mengalami hal ini, setiap harinya polusi yang berada di Ciwandan tergolong berat. Mulai disepanjang jalan, mobil-mobil besar, sampai polusi pembungan limbah udara, dan pembaungan limbah kelaut. Udara disekitar ciwandan juga konidsinya kurang baik. Bau yang tak sedap yang dirasakan.
Parahnya, masyarakat urung begerak mengenai permaslahan ini. Bahkan tidak menjadikannya urgent. Aktifitas masyarakat ciwandan yang sibuk di industri, menjadikan keapatisan masyarakat untuk masalah lingkungan.
Pantaskah Cilegon Disebut Kota Yang Berwawasan Lingkungan?
Adalah permasalahan tanpa gerak masyarakat, mengandalkan pemerintah juga bukan jaminan. Melihat Cilegon yang kecil dengan banyaknya Industri tidak seimbang.
UU No.26/Tahun 2007 tentang tata ruang mengamanatkan bahwa setiap kota harus memiliki luas lahan Ruang Terbuka Hijau minimal 30% terdiri dari 20% RTH publik dan 10% RTH privat
Ruang hijau di Kota Cilegon, sebenarnya sudah ada. Dikawasan bapor, tepat didepan stadion KS, terdapat arena jogingtrack yang hijau, biasanya, masyarakat Cilegon banyak yang berkunjung di kawasan tersebut pada hari minggu atau sore setiap harinya untuk berolahraga. Namun, kawasan jogingtrack dimiliki oleh PT. Krakatau Steel. Sangat disayangkan, jika pemerintah Kota tidak mempunyai program seperti itu.
Banyaknya industri di Cilegon seharusnya mampu mencanagkan program hijau untuk masyarakat. Caranya, buatlah arena ruang hijau disetiap kelurahan atau kecamatan. Ajak perusahaan untuk bersama-sama mewujudkan program satu kelurahan satu ruang hijau, minimal satu hektar. Perusahan dituntut jangan hanya mengambil keuntungan dari berdirinya pabrik diwilayah Cilegon. Perusahaan juga harus bersinergi, khususnya dibidang lingkungan. Melaului program CSR misalnya, walaupun di Ciwandan sudah ada program tersebut bekerjasama dengan salah satu perusahaan dan Komunitas Pecinta Lingkungan, namun sepertinya tidak bisa mengurangi dampak buruk dari industri. Saya yakin, Cilegon mampu mewujudkan hal ini karena kesehatan masyarakat jauh lebih penting.
Sebenarnya, ini problem yang besar. Kelangsungan hidup orang banyak untuk masalah kesehatan dan lingkungan. Bahkan, menurut Andrea Roberts, asosiasi penelitian di HSPH Department of Social and Behavioral Sciences, demikian dikutip Medicalxpress. Paparan partikel diesel, timah, mangan, merkuri, mentilen klorida, dan polutan lain yang diketahui memengaruhi fungsi otak dan mempengaruhi perkembangan bayi. Dua penelitian sebelumnya menemukan hubungan antara paparan polusi udara selama kehamilan dan autisme pada anak.
Melihat paparan diatas, bahaya akibat dari polusi sangat menghawatirkan. Ini harus cepat-cepat ditanggulangani. “Cilegon Kota Yang Berwawasan Lingkungan” jangan hanya tulisan besar dijalan. Implementasi harus benar-benar dijalankan secara baik dan continue. Jangan dijadikan ajang seremonial. Kesehatan masyarakat begitu penting, untuk kelangsungan hidup bersama. Tujuannya, masyarakat sehat bangsa pun kuat. Baik pemerintah, masyarakat dan industri harus tetap bersinergi aktif untuk memenuhi kebutuhan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Nurcholis

Persoalan lingkungan di cilegon kalau tidak di sikapi dengan serius dalam jangka waktu dekat tinggal menunggu bom waktu akan ada gelombang gerakan masarakat yang terkena imbas terutama masyrakat cigading dan sekitar
ReplyDelete