Cholis
  • Home
  • Blog
    • Desa
    • Warga
    • Wisata
    • Politik
    • Resensi
  • Tentang

Home Warga Katakan Tidak Pada (Hal) Korupsi

Katakan Tidak Pada (Hal) Korupsi

Cholis November 16, 2013 0

Korupsi!
Mungkin sebagian orang bosan mendengar kata ini, mungkin sebagian orang acuh tak peduli, mungkin juga sebagian orang tak mengetahuinya, apakah itu namanya korupsi. Merupakan Penyakit terkenal yang merenggut bangsa ini. Terlalu sering kita mendengar. Bak air turun dimusim hujan dan air dilautan. Tiap tahun, bulan, minggu, hari, jam, menit, detik media menyoroti berita mengenai korupsi.

Judul di atas saya ambil dari awal pengenalan saya terhadap media sosial twitter, bertemu dengan @fadjroel aktivis anti korupsi yang biasa nongol di tv. Ada juga @kaoskoruptor yang memproduksi kaos-kaos koruptor.

Katakan tidak pada (Hal ) korupsi. Ada dua pengertian di dalam judul ini. Pertama, pada hal atau secara spesifik hal-hal yang berkaitan dengan korupsi. Kedua, katakan tidak pada (hal) korupsi mengkonotasikan “ia ini selalu mengatakan tidak, ternyata korupsi” sederhananya itu. Ada dua makna yang terkandung didalamnya.

Jika kita melihat keadaan bangsa ini, memang jauh di atas rata-rata, adanya kejahatan sekala internasional yang banyak terjadi. Korupsi yang menjadi salah satu kejahatan di dunia, tiap hari semakin menjulur terstruktur dan semakin masif. Ini memberikan dampak yang buruk bagi kelangsungan hidup dan tujuan cita-cita bangsa.

Coba kita analisis kasus partai demokrat. Kehancuran partai ini akibat korupsi yang masif didalamnya. Dengan tertangkapnya nazarudin, Kemudian membuka semua kedok, sehinga KPK menyelidiki seluruh korupsi yang menjerat partai ini, tentunya sesuai aturan yang berlaku. Kalo kita masih ingat, sebelum terkuaknya korupsi didalam tubuh partai demokrat, tentu kita masih ingat dengan iklan partai ini yang menyuarakan “Tidak Untuk Korupsi” dengan menggebor-geborkan anti korupsi. Iklan tersebut terdapat orang-orang partai demokrat yang menjadi tersangka korupsi seperti angelina sondakh. Maaf, bukan maksud saya untuk menyudutkan partai ini. Hanya mengambil sample dengan kejadian yang sesuai judul di atas.

Di indonesia, banyaknya tertangkap korupsi mulai dari Eksekutif, Legislatif, Yudikatif yang tertangkap KPK menunjukan kredibilitas para pelaksana trias politika tidak baik. Bahkan, saat ini banyak yang menyebut (Trias Koruptika).

Kasus korupsi yang paling mengejutkan tahun ini ialah tertangkapny Akil Mochtar Hakim Mahkamah Konstitusi yang menerima kasus suap Pilkada gunung Mas dan Lebak. Ia pernah berjua, potong jari untuk pelaku korupsi. Tertangkapnya Akil ini menjatuhkan sekaligus harga diri Mahkamah konstitusi. Perkataan akil yang mengusulkan potongan jari untuk koruptor lebih tepat di uji cobakan untuk dirinya, ini sesuai dengan judul di atas “Katakan Tidak Pada (Hal) Korupsi.

Melihat prilaku pejabat yang bersifat koruptif semakin marak, dengan pemberitaan yang hampir memenuhi media-media nasional maupun lokal. Ini menunjukan semakin banyaknya korupsi di dalam pemerintahan.

Pertanyannya, apakah korupsi itu dilakukan oleh kalangan pejabat atau masyarakat secara umum?

Dalam prilkau korupsi yang kerap terjadi, ternyata tidak dilakukan oleh satu orang, korupsi berjamaah yang selalu ada, menjadikan tingkat korupsi semakin tinggi. Masyarkat umum yang selalu melawan korupsi ternyata tidak luput dari tindakan korupsi.

Semuanya saling bersinergi, antara system, lingkungan dan integritas pelaku system. Jika kedua-duanya sama-sama kuat, kecendrungan sifat koruptif akan semakin seidikit. Kita talar juga, bagimana kehidupan sehari-hari. ketika anak yang mencoba berbohong kepada orangtuanya, atau seorang siswa yang menyontek pada saat ujian. Korupsi sudah menjadi budaya. Namun, perlu di ingatkan kembali. Korupsi bukanlah budaya bangsa indonesia. Melaikan mebudidaya.

Urgensinya, plaksanaan dan jiwa anti korupsi harus disadari dengan perbuatan sehari-hari, hal-hal kecil, seperti tidak berbohong, menyontek pada saat ujian dan tindakan-tindaka yang merugikan dirinya dan orang lain.

Apakah memang kita semua ini koruptor, atau seperti apa?
[caption id="attachment_170" align="alignnone" width="221"]Kunjungan ke KPK dan Focus Group Discussion Kunjungan ke KPK dan Focus Group Discussion[/caption]
Coba kita pahami surat ini, terjemahan surat Ar-Ra'd ayat 11. ....إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ .... artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ”
Tags: Politik Warga
Share:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments ( Atom )
Designed by OddThemes

Sekilas

Dari Kampung, Ingin Belajar

Tertarik di kebudayaan, sosial, lingkungan dan pemberdayaan.

Kanal Saya

Powered by Blogger.