Mantan Presiden RI pertama, Soekarno pernah berujar bahwasanya jika ia diberikan 10 orang saja pemuda niscaya ia akan bisa mengguncangkan dunia. Ucapan tersebut menggambarkan betapa sangat berpengaruh kehadiran pemuda dan dapat menjadi tonggak sejarah dalam pergantian zaman. Hal itulah yang ingin diimplikasikan oleh sekumpulan pemuda yang berdomisili di Cilegon provinsi Banten, mereka memiliki kepedulian untuk bergerak aktif dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia dan pemenuhan pengetahuan masyarakat di sekitarnya.
Komunitas yang berisikan sejumlah pemuda dan pemudi yang mayoritas anggotanya masih berstatus sebagai pelajar dan mahasiswa ini, dibentuk berawal dari sebuah grup/perkumpulan yang ada di media sosial. Dalam grup ini ternyata anggotanya sering melakukan share berbagai informasi yang semakin hari semakin beragam. Dengan banyaknya informasi yang di-share tersebut, kemudian tebersit pemikiran bagaimana caranya agar informasi itu bisa lebih bermanfaat bagi orang lain. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Maka digagaslah ide untuk melakukan aksi yang lebih nyata dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat, yaitu dengan pembentukan sebuah komunitas yang diberi nama Cilegon Creative (CC).
“Kita sepakat untuk membentuk komunitas ini yang resmi berdiri pada tanggal 13 Mei 2013,” ujar Nurcholis Ketua komunitas CC, kepada Integrito beberapa waktu lalu. Menurut Nurcholis, komunitas CC merupakan sebuah wahana bagi seluruh pemuda yang memiliki kesamaan visi dan misi untuk lebih mengasah kreativitas dan menunjukkan kepedulian terhadap sekitarnya. Ia mencontohkan banyak orang yang memiliki kekurangan secara fisik malah bisa untuk menginspirasi orang lain, lalu kenapa kita yang normal tidak bisa melakukannya?
Komunitas ini juga bersifat universal dan tidak dibatasi dengan status dan latar belakangnya apakah pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum, “sehingga sangat memungkinkan bagi siapapun yang memiliki kemauan dan kreativitas ingin ikut bergabung,” katanya.
Karena belum lama berdiri, komunitas CC pun baru memiliki anggota sejumlah 15 orang. Untuk menambah jumlah anggotanya, komunitas ini aktif melakukan pengkaderan dengan cara jemput bola ke sekolah-sekolah dan berbagai kampus yang ada di Cilegon. Pun tak lupa lewat berbagai media social yang menjadi awal kehadiran Komunitas CC, berbagai cara dilakukan. Walaupun hasilnya belum terlalu menggembirakan Nurcholis dan kawan-kawan tidak patah semangat untuk terus berjuang.
Diskusi dan Sosialisasi
Sebagai sebuah komunitas, CC pun tidak ingin hanya menampilkan nama saja namun juga memiliki berbagai aktivitas agar semakin dikenal secara luas di masyarakat. Adapun berbagai kegiatan yang dilakukan diantaranya mengadakan diskusi ataupun dalam bentuk sosialisasi melalui kerjasama yang dijalin dengan berbagai pihak. Dalam menjalankan program pertamanya, komunitas CC langsung menggarap tentang pendidikan anti korupsi bagi masyarakat bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Ombudsman Republik Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 29 juni 2013 bertempat di aula DPRD Kota Cilegon, dengan jumlah peserta yang hadir mencapai 150 orang dari berbagai LSM, OKP, Pelajar, Mahasiswa dan Masyarakat umum.
Nurcholis menjelaskan yang salah satu yang melatarbelakangi diadakannya kegiatan tersebut, karena ditangkapnya mantan Walikota Cilegon oleh KPK yang terseret dalam kasus tindak pidana korupsi. Dari acara tersebut diharapkan adanya output bagi masyarakat agar mengetahui jenis-jenis korupsi dan bagaimana meminimalisir bahkan melawan korupsi. “Pemahaman tentang korupsi ataupun hukum ini sangat penting bagi masyarakat, jangan sampai kita menjadi apatis terhadap masalah-masalah tersebut,” jelasnya.
Untuk menambah wawasan dan pemahaman angggotanya mengenai pencegahan korupsi, komunitas CC juga sering mengikuti berbagai diskusi dan seminar mengenai korupsi di berbagai tempat. Selain itu dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober lalu, anggota CC juga melakukan kegiatan sosialisasi di lampu merah simpang tiga Cilegon dengan membagibagikan sticker dengan berbagai pesan anti korupsi dari KPK di dalamnya.
Selain itu, karena beberapa anggota Komunits CC juga memiliki pengetahuan dan keahlian di bidang kesehatan, maka sosialisasi tentang kesehatan pun kerap di lakukan di beberapa sekolah di kota cilegon. Berbagai materi dan pemahaman diberikan kepada para siswa, seperti kesehatan lingkungan, kesehatan pribadi, sex education, donor darah, dan kepedulian sosial di bidang kesehatan.
Nurcholis menambahkan, karena kota Cilegon yang sebagian wilayahnya merupakan kawasan industri, sehingga menjadikan kota ini kehilangan banyak lahan hijau yang berdampak udara semakin panas karena polusi yang tak terkendali. Hal ini sering dikeluhkan oleh masyarakat, bahkan sebuah media local pernah merilis berita bahwa hampir sekitar 3000 orang di Kecamatan Ciwandan terjangkit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).
“Menyikapi hal ini, kami tergerak untuk melakukan penanaman pohon bersama dengan mengundang sekolah-sekolah dan organisasi kemahasiswaan yang ada dicilegon untuk aktif menjaga dan lebih peduli dengan lingkungan,” jelasnya. Mengenai budaya, Komunitas CC pun memasukkan beberapa program dalam kegiatannya. Hal ini dilakukan agar budaya asli jangan sampai luntur oleh budaya luar khususnya bagi pemuda dan masyarakat Cilegon secara umum. Perlu sinergitas antara masyarakat, pemerintah daerah dan pusat untuk meminimalisir dampak buruk dari masuknya berbagai pengaruh dari luar kota Cilegon. Ke depan berbagai program telah siap dilaksanakan oleh Komunitas CC, salah satunya mengenai pemahaman tentang empat pilar berbangsa dan bernegara (Pancasila, NKRI, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika) dengan bekerjasama dengan MPR RI.
Walaupun Komunitas CC merupakan komunitas kecil yang baru seumur jagung, Nurcholis berharap semua program yang telah dan akan dilaksanakan komunitasnya memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Ia selalu mengingatkan kepada seluruh anggota komunitas agar tidak cepat berpuas diri dengan apa yang telah dilakukan sekarang. “Karena ini hanyalah langkah awal untuk langkah yang lebih besar kedepannya. Pemuda adalah harapan bangsa, untuk itu mari berbuat sesuatu untuk Indonesia yang lebih baik” pungkasnya.
Sumber : http://acch.kpk.go.id/komunitas-cilegon-creative-cc-baru-langkah-awal

Post a Comment