Cholis
  • Home
  • Blog
    • Desa
    • Warga
    • Wisata
    • Politik
    • Resensi
  • Tentang

Home Warga Kartini dan Bumi

Kartini dan Bumi

Cholis April 21, 2015 0

21 April menjadi momentum masyarakat Indonesia untuk memperingati Hari Kartini. Raden Adjeng Kartini tokoh emansipasi kaum perempuan, yang pada masanya perempuan masih dipandang sebelah mata, terutama di bidang pendidikan.

Abendanon sahabat RA Kartini mengumpulkan surat-surat dan kemudian dibukukan. Buku "Habis Gelap Terbitlah Terang" berisi pemikiran RA Kartini.

Peringatan Hari Kartini setiap 21 April dilakukan hampir di seluruh Indonesia. Tujuannya untuk membangun pemikiran-pemikiran RA Kartini.

Perayaan Hari Kartini sering dilakukan oleh sekolah-sekolah. Ada beberapa artikel yang saya temui mengenai kritikan terhadap perayaan Hari Kartini, beberapa diantaranya kurang menyetujui jika peringatan hanya sebatas kecantikan dan pakaian adat. Berlama-lama disalon untuk berlomba-lomba dalam kecantikan bukan pemikiran.

Kartini adalah literasi, membaca dan menulis adalah awal besar nama RA Kartini. Menekankan rajin membaca dan menulis menjadi salah satu pilar urgent dalam peringatan hari Kartini.

Namun demikian, perayaan baju adat seolah tak lepas dari peringatan Hari Kartini, jika dikolaborasikan dengan membangun literasi.

Masyarakat Indonesia sedang semangatnya memperingati apapun pada tanggal-tanggal tertenti. Membuat Meme, status di media sosial dilakukan untuk menunjukan kepedulian. Tidak sedikit juga yang melakukan aksi nyata.

Tepat setelah hari Kartini 21 April, peringatan Hari Bumi Internasional juga dilakukan pada 22 April. Banyak acara, seperti Hari Kartini. Tentu tujuannya ialah menyelamatkan Bumi dari kerusakan-kerusakan. Lingkungan menjadi basis utama, mulai dari sampah, pencemaran limbah dsb.

Saya ingin mengkolaborasikan perjuangan seorang wanita, pendidikan dan lingkungan. Jika wanita Indonesia memiliki tiga aspek tersebut tentu amat baik untuk kelangsungan hajat orang banyak. Dengan catatan bukan ajang seremonial dia hari itu saja. Kegiatan konsisten dan continue.

Sokola Rimba adalah sekolah untuk orang-oramg rimba yang ada di Provinsi Jambi. Mira Lesmana selaku pembuat Film Sokola Rimba menceritakan kehidupan-kehidupan, ancaman, dan pendidikan disana. "Butet Manurung" pengagas Sokola Rimba, wanita ini mengabdi kepada Suku Anak Dalam di Jambi untuk membangun literasi, yang kian hari kian terancam kehidupannya.

Contoh kartini saat ini, yang berjuang dihutan belantara untuk mengabdi dan memanusiakan manusia.
Tags: Warga
Share:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments ( Atom )
Designed by OddThemes

Sekilas

Dari Kampung, Ingin Belajar

Tertarik di kebudayaan, sosial, lingkungan dan pemberdayaan.

Kanal Saya

Powered by Blogger.