Cholis
  • Home
  • Blog
    • Desa
    • Warga
    • Wisata
    • Politik
    • Resensi
  • Tentang

Home Warga Lingkungan Atau Ketenagakerjaan?

Lingkungan Atau Ketenagakerjaan?

Cholis July 30, 2015 0

Ada beberapa tuntutuan masyarakat terkait pendirian Industri, diantaranya Lingkungan dan Ketenagakerjaan. Tuntutan ini biasanya sesuai dengan MOU yang diajukan mengacu pada undang-undang.

Beberapa diskusi yang digelar terkait kedua hal ini sering dilakukan, karena kondisi yang semakin meruncing. Pada setiap berdirinya Industri sudah barang wajib mematuhi UU, bahwa harus bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

Para aktivis lingkungan (yang bukan 86) misalnya, tentu banyak menolak, atas dasar kajian-kajian yang dilakukan. yang notabene akan merusak alam. Dengan target pendirian Industri akan keos/gagal.

Seperti yang dilakukan oleh masyarakat Padarincang yang menolak pembangunan  Pabrik Danone Aqua, menggelar Audiensi dan Mediasi dengan beberapa lembaga pemerintahan yang berwenang, sampai aksi dengan ribuan masa. Eksploitasi air yang berlebihan akan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup masyarakat banyak. Hingga akhirnya pabrik Danone Aqua tidak beroperasi sampai sekarang.

Sama halnya dengan masyarakat Anyar, Kabupaten Serang. Yang melawan eksploitasi pasir di Pulau Sangiang, hingga aksi dilautan dan mendatangi kapal pengeksploitasi untuk mengagalkan. Kemudian dengan menggelar istighosah mendatangkan Buya Muhtadi yang dihadiri ribuan masa di alun-alun Anyar.

Kedua daerah ini kompak memprotes adanya eksploitasi yang mengakibatkan kerusakan alam berkelanjutan. Meskipun dari golongan Kapitalis Birokrat dan para pelaku utama melakukan berbagai cara. Namun dikedua wilayah ini tetap keos karena kekuatan dan pendidikan organisasi di arus bawah tidak henti-hentinya dilakukan, tentunya untuk mengenai lingkungan.

Beda halnya di beberapa wilayah yang laju investasinya cukup besar, yang mayoritas berbasis Industri. Pendirian pabrik mulus-mulus saja, tidak ada tantangan berarti, dan lebih cenderung menyepakati, disatu sisi minset masyarakat lebih cendrung ke ketenagakerjaan, dan timbulnya pengusaha-pengusaha, meskipun banyak pengusaha bermain dan mengatasnamakan masyarakat untuk deal projek.

Yang diliat adalah saat ini bukan masa depan, meski kondisi rusak ya goodbye, yang penting bisa makan, kurang lebih demikian amatan saya.

Jika ada beberapa kelompok yang mengutamakan lingkungan dan berniat meng-keoskan pabrik, akan mendapat serangan balik oleh saudara sekampung/lingkungan yang sudah deal projek.

Bukan hanya itu, jika sudah berdiri, pabrikpun akan merekrut ketenagakerjaan lokal, jika suatu saat ada pelanggaran berat mengenai lingkungan oleh perusahaan, yang sebetulnya bisa ditutup pabrik tersebut, akan mendapat serangan balik dari orang pribumi yang bekerja ditempat tersebut. Devide Et Impera

Ketenagakerjaan menjadi isu yang paling menonjol dibanding dengan lingkungan, padahal lingkungan adalah cakupannya keseluruhan, baik sosial, agama dan budaya. Yang tertera pada Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

Namun, berdirinya pabrik yang seharusnya sebanding dengan kesejahteraan masyarakat lokal, ternyata tidak demikian. Bahkan, pernah terjadi dimana investasinya besar namun angka kemiskinan semakin tinggi. Dan masyarakat lokal hanya sebagai outsourching.

Iming-iming kesejahteraan, justru tidak terasakan dengan baik secara mayoritas, malah ketimpangan sosial yang terjadi. Kondisi lingkungan yang rusak ditambah kondisi kesejahteraan yang simpangsiur.
Tags: Warga
Share:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments ( Atom )
Designed by OddThemes

Sekilas

Dari Kampung, Ingin Belajar

Tertarik di kebudayaan, sosial, lingkungan dan pemberdayaan.

Kanal Saya

Powered by Blogger.