Cholis
  • Home
  • Blog
    • Desa
    • Warga
    • Wisata
    • Politik
    • Resensi
  • Tentang

Home Wisata Wisata Yang Ter-usir

Wisata Yang Ter-usir

Cholis August 06, 2015 0

Siang itu kawan saya memberi kabar, dia beserta rombongan hendak berlibur di Pulau Sangiang, namun diusir oleh sekelompok orang yang di indikasikan seorang Polisi Kehutanan, sontak saja, rombongan yang ingin berlibur tidak jadi menginap, dan hanya menjelajah setiap sisi Pulau.

Konflik yang terjadi di Pulau Sangiang kian hari kian terjadi, ada 3 perebutan kekuasaan di sini, Pihak Kehutanan, Perusahaan dan Masyarakat setempat.

Ketiganya mengklaim berhak mengelola dan melakukan aktivitas di Pulau ini. Hingga akhirnya terjadi perebutan wilayah. Kondisi Masyarakat yang sejak lama mendiami Pulau Sangiang semakin terusir, dengan melebarnya kepemilikan tanah yang dilakukan oleh dua kubu lainnya.

Pada tahun 2013, Pulau Sangiang mulai ramai menjadi tujuan wisata yang ada di Banten, dengan destinasi Snorkling, Pasir Putih Panjang, Mangrove dan Goa Kelelawar, serta Tracking dengan bukit dan lautan lepas.

Tahun ketahun, wisatawan semakin banyak, hampir setiap weekend dan libur panjang, wisatawan yang menginap hampir penuh, yang berdatangan dari kota-kota besar.

Pulau yang terdapat di Desa Cikoneng, Kecamatan Anyar Kabupaten Serang ini memang memiliki destinasi yang baik. Bahkan setiap uploadan foto di instagram oleh wisatawan dengan hastag #pulausangiang cukup indah danmenggoda para traveling lainnya untuk datang.

Namun, potensi wisata di Pulau ini tidak didukung oleh pemerintah dengan baik, terlihat dari segi fasilitas yang ada sangat minim. Mulai dari Homestay, Dermaga, sampai kesediaan listrik yang kurang baik. Rumah masyarakat sering dijadikan peristirahatan jika ada wisatawan yang menginap. Aliran listrik yang ada hanya mengandalkan tenaga surya, dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Meskipun tersedia genset oleh masyarakat, tetap saja tidak cukup.

Konflik tersebut tak kunjung selesai hingga saat ini, masyarakat yang sering menerima wisatawan kadang terkatung-katung, bahkan saat ini, menurut masyarakat setempat ada oknum yang sengaja mengusir masyarakat dengan cara dibuat tidak nyaman, adanya Babi hutan, yang dari dulu tidak pernah ada sekarang menjadi ada, hanya untuk merusak tanaman-tanaman pertanian.

Tidak berhenti disitu saja, potensi wisata di Pulau Sangiang juga terancam ke asriannya. Pasalnya, pemerintah Kabupaten Serang memberikan ijin tambang di sekitar Pulau ini. Eksploitasi pasir untuk kepentingan pengusaha terjadi +- tahun 2011. Sontak saja, para aktivis menolak mati-matian eksploitasi pasir laut di Pulau Sangiang, dengan aksi masa, mendatangi langsung kapal pengeksploitasi, bahkan istighosah yang dihadiri ribuan orang.

Jika saja pemerintah mampu menyelesaikan konflik tersebut dan berpihak pada ekosistem dan keseimbangan alam, wisata Pulau Sangiang akan menjadi objek wisata andalan selain pantai Anyer. Dan bisa menambah penghasilan bagi masyarakat sekitar dari sektor wisata.
Tags: Wisata
Share:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments ( Atom )
Designed by OddThemes

Sekilas

Dari Kampung, Ingin Belajar

Tertarik di kebudayaan, sosial, lingkungan dan pemberdayaan.

Kanal Saya

Powered by Blogger.