Cholis
  • Home
  • Blog
    • Desa
    • Warga
    • Wisata
    • Politik
    • Resensi
  • Tentang

Home Resensi Mengapa Aku Terlahir Disini?

Mengapa Aku Terlahir Disini?

Cholis August 09, 2015 0

Namuku Noor, aku terlahir di Kota yang penuh dengan masalah, kedua orangtuaku terlahir di bumi dimana aku dilahirkan, keluargaku sederhana, tak ada yang istimewa.

23 tahun yang lalu, tepat pada 6 Agustus 1992, aku keluar dari rahim ibuku, melihat ciptaan Tuhan, yang kini aku tinggali, Bumi. Terlahir dari anak ke 2 dari 4 bersaudara aku hidup bahagia.

Aku tinggal di kota dimana hampir wilayahnya dikuasai Industri, kota kecil, lurus, demikian kawan-kawanku memanggilnya. Dilem-dilema aku temui, problem yang pelik dan pekik seperti sudah hal lumrah.

Investasi di kota ini sangat besar, industri baja, kimia, rafinasi dan sebagainya bermukim disini, namun investasi yang besar tak ditunjang oleh kesempatan kerja yang baik. Yang terjadi adalah ketimpangan ekonomi.

Dilema Politik Ekonomi Sosial Budaya (Poleksosbud) tak terhingga, hingga akhirnya, tercipta masyarakat hedonis dan apatis. Tak kritis namun dilematis.

Politik yang dikuasai oleh sekelompok keluarga, para birokrat tak berdaya. Kebijakan seremonial sering ditemui, ujung-ujungnya kasus korupsi. Tata kota yang tak jelas. Taman Kota yang tak pantas.

Problem lingkungan yang urgent tidak mendapatkan dihati masyarakat. Dan lebih kecendrungan konteks ketenagakerjaan. Padahal, kelangsungan hidup anak-anak terancam oleh polusi yang mencekam. Jarak antara pemukiman dan industri yang seharusnya kilometer, kini hanya angka meter.

Kotaku dulu terkenal dengan kota santri, namun kini tak seperti harapan Kiai. Tempat hiburan dimana-mana, perda yang dibuat hanya bualan saja. Ah, sudahlah. membuat semua orang pasrah.

Tuhan, mengapa aku terlahir disini?

Apakah Tuhan menyuruhku untuk menyelesaikan masalah ini?

Ah, itu terlalu besar. Dengan apa aku menyelesaikan?

Apakah dengan politik dan masuk partai politik mencalonkan menjadi pejabat?

Ah, politik itu bobrok, aku tak mau ikut-ikutan.

Atau jangan-jangan, Tuhan punya rencana lain dibalik ini, rencana yang lebih besar, rencana dimana kita akan hidup secara baik, aman, damai, tentram.

Lantas, kapan itu akan datang?

Apakah Tuhan akan mengutus malaikat untuk menyelesaikan. Atau jangan-jangan ada seseorang (bukan Rasul) yang dipercaya untuk menyelesaikan masalah di kota ini dengan proses yang lama?
Tags: Resensi
Share:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments ( Atom )
Designed by OddThemes

Sekilas

Dari Kampung, Ingin Belajar

Tertarik di kebudayaan, sosial, lingkungan dan pemberdayaan.

Kanal Saya

Powered by Blogger.