Sumber Foto : Pinterest[/caption]Masih dengan LGBT
Seminggu yang lalu, saya berdiskusi mengenai Stund Up Comedy di acara Mencuri Ilmu Dari Buku atau MIDB. Ada penglaman menarik, ketika kawan saya melemparkan materi tentang LGBT. LGBT disini bukan manusia, tapi pada hewan.
Bonobo namanya. Mungkin dibenak kalian asing? tentu, karena saya pun baru mengetahuinya saat acara itu.
Bonobo merupakan salah satu spesies kera, secara genetik paling dekat dengan manusia, meskipun kepopulerannya kalah dengan saudaranya, Simpanse.
Spesies asli Bonobo hanya bisa ditemui di Republik Demokratik Kongo. Dalam struktur sosialnya, Bonobo menganut egaletarian, dimana jantan yang secara fisik lebih kuat tidak selamanya dominan.Dalam struktur sosialnya Betina cenderung dominan dibandingkan jantan. Ini bertolak belakang dengan struktur sosial Simpanse atau hewan lainnya, dimana jantan yang kuat akan dominan.
Namun yang paling mencengangkan adalah perilaku seks dari spesies ini. Itu disebabkan karena tingkat biseksualitas yang sangat tinggi pada bonobo. Walaupun biseksualitas telah banyak ditemukan di spesies-spesies lainnya dan dianggap sangat alamiah, namun tingginya tingkat biseksualitas pada bonobo “cukup mencengangkan”. Itu karena lebih dari 75% bonobo melakukan kegiatan seks biseksual baik yang betina maupun yang jantan. Yang betina sering mengusap-ngusapkan genitalianya kepada betina yang lainnya. Sementara yang jantan seringkali berhadap-hadapan untuk “mengadu” penisnya dengan penis jantan lainnya, atau saling menggesek-gesekan scrotum mereka.
Sumber : Spektrumku.wordpress.com

Post a Comment