
Ini adalah pandangan, silahkan setuju atau tidak. Sebuah analisis. Analisis berdasarkan kejadian. Kemudian dijadikan kajian.
Sekolah itu harus dibedakan dengan pendidikan. Ini hanya istilah kata dan sistem, meski tujuannya sama.
Orang itu sekolah dari tingkat dasar hingga tinggi. Dari TK hingga Profesor, Itulah namanya sekolah. Orang sekolah belum tentu mendapat pendidikan.
Pendidikan itu letaknya di moral. Moralitas, akhlak, sikap, integritas dan kemanusiaan yang adil dan beradab. Gelar tinggi tapi tidak mempunyai moral yang baik, ia hanya lulus dilataran sekolah saja, pendidikannya belum.
Ketika orang-orang di desa, bertani, nelayan, atau masyarakat adat belum tentu tidak memiliki pendidikan. Betul mereka tidak sekolah. Tapi, dalam diberbagai hal orang-orang seperti mereka pemikirannya jauh lebih baik, moralnya, akhlaknya, integritasnya.
Suku Samin di Pati Jawa Tengah misalnya, dengan menjaga pertaniannya dari ancaman pabrik semen. "Lebih baik krisis semen daripada krisis beras" demikian kata orang2 Samin dalam film Samin vs Semen. Orang Samin menjaga lingkungan dengan baik, karena masa depan anak cucu. Kalo kita telaah, mana yang lebih visioner, Samin atau Semen? Coba lihat pendidikannya, orang2 dibalik Semen pasti orang2 ber Sekolah tinggi, tapi belum berpendidikan tinggi.
Dalam berbagai hal, orang-orang seperti mereka (suku adat) jauh lebih maju dalam berpikir -- Sokola Rimba

Post a Comment