Cholis
  • Home
  • Blog
    • Desa
    • Warga
    • Wisata
    • Politik
    • Resensi
  • Tentang

Home Wisata Kepuh Yang Cantik

Kepuh Yang Cantik

Cholis February 22, 2016 0

[caption id="attachment_403" align="alignnone" width="640"]Pohon Kepuh Pohon Kepuh[/caption]

Kepuh yang dimaksud di sini bukanlah nama orang. Melainkan sejenis tanaman atau pohon. Bagi masyarakat Kota Cilegon, jika mendengar kata “kepuh” selain sebagai nama pohon, biasanya mereka akan mengingat nama Kelurahan Kepuh di Kecamatan Ciwandan. Selain itu juga ada nama tempat Kepuh Denok, kebanyakan orang sekarang menyebut dengan “Kapu Denok”, sebuah nama lingkungan di Kelurahan Lebakdenok, Kecamatan Citangkil.

Nama kampung Kepuh Denok diambil dari nama pohon “Kepuh”. Sedangkan kata “Denok” sama artinya dengan “cantik atau elok”. Menurut satu cerita dinamakan “Kepuh Denok” karena pohon kepuh tersebut terlihat tinggi besar berdaun rimbun sehingga nampak indah. Saking tinggi dan besarnya pohon Kepuh tersebut bahkan dapat terlihat dari lautan di tengah Selat Sunda. Kampung Kepuh Denok sendiri menempati satu sisi dalam sejarah peristiwa “Geger Cilegon 1888”. Nama kampung ini menjadi dikenal bermula pada waktu penduduk setempat harus mengalami penderitaan akibat penjajahan kolonial Belanda ditambah malapetaka kekeringan, kelaparan dan kemiskinan.

Menghadapi penderitaan ini banyak dari warga yang lari ke klenik atau tahayul. Mereka lebih mempercayai dukun dan benda-benda yang dianggap keramat. Salah satunya adalah Pohon Kepuh yang terdapat di desa Lebak Kelapa pada saat itu. Sebagian penduduk waktu itu percaya pohon itu dapat memusnahkan bala bencana, meluluskan kekayaan dan jodoh atau apapun yang diminta, asal saja memberikan sesajen bagi jin penunggu pohon itu.

Melihat keadaan tersebut, salah seorang tokoh perjuangan rakyat dalam peristiwa “Geger Cilegon 1988” KH Wasyid memperingatkan penduduk bahwa perbuatan tersebut termasuk syirik. Tapi bagi penduduk yang kebanyakan tidak mengerti agama, mereka tidak menghiraukan peringatan itu. Akhirnya beberapa murid KH Wasyid menebang pohon berhala itu pada malam hari di tahun 1887.

Berdasarkan penelitian, pohon Kepuh di Indonesia berasal dari Afrika Timur, Asia Tropik dan Australia. Tinggi pohonnya bisa mencapai lebih dari 30 meter lebih dengan lingkar batang kira-kira sama dengan lingkaran 7 tangan orang dewasa. Bentuk buah kepuh cukup unik yaitu terdiri dari 5 benjolan cukup besar dengan berat 1-3 kg.

Semua bagian tanaman dari kulit batang, daun atau buah dan bijinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan. Kulit buah kepuh juga dapat digunakan sebagai ramuan membuat kue. Bijinya yang gurih dapat dimakan. Kayu pohonnya dapat digunakan sebagai konstruksi bangunan rumah, bahan pembuat kapal, kotak kontainer, dan kertas pulp. Tanaman kepuh juga banyak digunakan berbagai produk industri seperti kosmetik, sabun, shampoo, pelembut kain, cat, dan plastik serta biodiesel.

Sumber : https://beritacilegon.wordpress.com/2012/05/15/kepuh-yang-cantik/#more-224
Tags: Wisata
Share:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments ( Atom )
Designed by OddThemes

Sekilas

Dari Kampung, Ingin Belajar

Tertarik di kebudayaan, sosial, lingkungan dan pemberdayaan.

Kanal Saya

Powered by Blogger.