
Musim hujan adalah musim yang tepat bagi para pecinta ngoclok belut. Ngoclok belut merupakan agenda rutin atau hobi bagi masyarakat yang ada di Desa Bunihara Kecamatan Anyar pada saat musim hujan.
Disebut ngoclok belut, karena metode penangkapannya. Menggunakan cacing sebagai umpan. Cacing yang telah didapatkan satu persatu dimasukan dalam satu tali. Satu tali bisa berisi puluhan cacing.
Setelah jadi, tali diikat kepada seutas kayu, kemudian mempersiapkan jaring yang dibuat melingkar pada kayu. Setelah siap, tibalah saatnya untuk mengoclok, cacing yang diikat di kayu, di koclok-koclok, tujuannya untuk mengundang belut itu keluar.
Tempat yang tepat untuk ngoclok belut adalah sawah, juga rawa-rawa yang biasanya tidak jauh dari sawah.
Dikatakan Muhib (39), saat ditemui Jum'at (26/2), kegiatan ini sudah menjadi kegiatan rutin di desa kami setiap musim hujan datang, bahkan sampai ada yang keluar daerah hanya untuk menyalurkan hobi ini. Belut hasil tangkapan tidak untuk dijual secara rutin, namun hanya kesenangan atau hobi. Biasanya untuk dimakan dengan keluarga ataupun masyarakat (bacakan).
Ia menambahkan, kegiatan ini bahkan pernah dilombakan di desa kami, selain menjalin silaturahmi masyarakat, juga sebagai penyaluran hobi dan adu gengsi para peserta.

[…] Sumber: Ngoclok Belut […]
ReplyDelete