
Awal Mei 2019 para petani di kampung Kubangsaron melakukan panen raya. Panen tersebut dikejar lantaran sebentar lagi memasuki bulan puasa. Kebetulan, awal Mei bulan ramadhan telah tiba, padi sudah merunduk menguning untuk siap dipanen. Sebelumnya, pada periode Desember-Januari, musim hujan mulai datang, berarti masa tanam bagi petani sudah tiba. Untuk siap panen para petani harus menunggu selama kurang lebih tiga bulan untuk panen.
Setelah proses menanam, perawatan yang intens perlu dilakukkan. Mulai dari ngarit, membersihkan keong hingga menjaga dari hama ulat yang bisa menyebabkan panen gagal.
Para petani di sini menyebutnya dengan cere. Cere ini berarti beras. Dalam porsi menanam, setiap petak sawah ditanami cere sekitar 70% sementara padi ketan sebanyak 30%.
Padi cere digunakan untuk konsumsi setiap hari, sementara padi ketan baik warna hitam maupun putih digunakan untuk olahan makanan tradisional seperti perayaan-perayaan adat muludan, ngaroah, rajaban dsb. Olahan ketan dibuat beragam olahan makanan seperti Gemblong dan Tape Ketan.
Proses membuat Gemblong dengan cara memasak beras ketan seperti memasak nasi pada umumnya. Setelah matang, ketan tersebut dilaburi dengan parutan ampas kelapa. Dalam wadah ketan yang sudah matang tadi ditumbuk hingga halus dan lembut. Kemudian dibuat beragam bentuk.

Proses pembuatan Gemblong
Resepsi Pernikahan
Gemblong berbentuk kerucut seperti gunung dihias kertas minyak dibawa saat pengantin laki-laki hendak menjalankan akad nikah di rumah mempelai wanita. Warga berbondong-bondong ngiring pengantin sambil membawa makanan khas tradisional gemblong tersebut.
Selain Gemblong, Tape Ketan juga menjadi makanan khas tradisional yang dibuat dalam acara pernikahan. Dalam proses pembuatannya, ketan yang sudah diolah kemudain difermentasi dengan ragi. Hasil fermentasi ini ketan menjadi manis. Tape ketan biasanya dibentuk bulatan dengan balutan daun pisang dibawahnya.

Tape Ketan
Baik Gemblong maupun Tape Ketan, kedua makanan khas tradisional Cilegon Banten ini selalu dihidangkan dalam setiap acara pernikahan. Tak lengkap rasanya bila setiap resepsi tanpa menghidangkan Tape Ketan dan Gemblong sebagai symbol mempelai lelaki kepada mempelai wanita.

Post a Comment