Indonesia Investement Conference (Awal Kehancuran Indonesia)
Amerika Serikat selalu menjadi momok menakutkan oleh sebagian negara-negara dunia ketiga yang memiliki kandungan alam melimpah. Lawan atau welcome adalah sebuah pilihan.
Imperialis tersebut selalu menargetkan wilayah-wilayah dengan kandungan alam yang tinggi untuk mereka kuasai. Dengan berbagai cara, mulai dari hutang yang dipinjamkan kepada negara dunia ketiga, yang kemudian meminta penggadaian kepada mereka untuk dilakukan ekaploitasi besar-besaran yang keuntungannya dibawa ke negeri Paman Sam.
Pada pemerintahan Soekarno, Amerika Serikat pernah meminta investasi emas di Papua. Ketika Soekarno meminta Investasi tersebut 80% untuk Indonesia, Amerika menolak. Penolakan tersebut membuat Amerika memutar otak supaya tetap bisa menguasai emas di Papua. Setelah Soekarno turun sebagai Presiden Indonesia pada tanggal 11 Maret, melalui Surat Perintah Sebelas Maret atau yg biasa kita sebut Supersmar. Meskipun surat tersebut banyak diragukan keabsahan dan keasliannya. Kemudian, Amerika Serikat melakukan lobi-lobi politik kepada Pemerintah Indonesia, kala itu dipimpin Soeharto. Dan akhirnya, Imperialis Amerika tersebut berhasil melalui agenda Indonesia Investement Conference, Jenewa, Swiss tahun 1967.
Buku Indonesia Incorporated yang ditulis Zaynur Ridwan merupakan novel yang berdasarkan fakta mengenai Imperialisme Amerika yang menguasai kekayaan alam Indonesia.
Dalam pembukanya, ia meletakan wilayah-wilayah yang menjadi rebutan imperialis kapitalis. Aceh, wilayah ini menjadi rebutan antara GAM dan Rio Tinto.
Kepulan Riau dengan kandungan Pasir Kuarsa yang bisa dijadikan kaca. Namun diimpor secara ilegal untuk membuat apartemen Di Singapura.
Kalimantan dengan kandungan minyak dan batubara yang tinggi dan dikuasai kembali oleh Imperialisme. Berunai Darussalam yang mengauasai 1% wilayah ini menjelma menjadi negara kaya. Indonesia yang memiliki 75% wilayah Kalimantan menjelma menjadi negara miskin
Dan yang terakhir ialah Papua, dengan kandungan emas, yang sangat tinggi, dan saat ini ditemukan uranium yang kabarnya menjadi bahan untuk pembuatan nuklir.
Kejadian ini berawal di zaman Orde Baru, tepat pada tahun 1967 di Jenewa Swiss perjanjian itu dilakukan. Melalui Indonesia Investement Conference kekayaan alam digadaikan kepada Imperialis-imperialis Yahudi. Membagi block-bloknya. Salah satunya ialah Freeport yang mendapatkan gunung Garsbreg dan Eastbreg di Papua.
Pembagian ini dipermudah oleh Pemerintah Indonesia melalui UU No 1 Tahun 1967 mengenai Penanaman Modal Asing (PMA). Dan yang lebih mengejutkan, pemerintah Indonesia membebaskan pajak selama 5 tahun Kepada perusahaan-perusahaan tersebut.
Nurcholis
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
Designed by OddThemes

Post a Comment