Cholis
  • Home
  • Blog
    • Desa
    • Warga
    • Wisata
    • Politik
    • Resensi
  • Tentang

Home Unlabelled Humanisme dan Dasar Pemikiran

Humanisme dan Dasar Pemikiran

Cholis November 18, 2015 0

[caption id="attachment_378" align="aligncenter" width="736"]Kondisi Kelas Saat Dialog Kondisi Kelas Saat Dialog[/caption]



Tepat pukul 9 pagi, Saya datang untuk memenuhi undangan Osis SMA N 5 Cilegon, dalam rangka Latihan Dasar Kepemimpinan Organisasi (LDKO). Kesempatan mengisi materi diberikan oleh Pembina Osis Ibu Dewi. 


Kondisi kelas di buat santai, rileks, dan sebisa mungkin anak-anak bisa nyaman dan partisipatif. Memperkenalkan diri sejenak, berbincang sejenak dan kemudian menyudahi perkenalan. Tak lama mulai beranjak untuk diskusi.

Mengawali diskusi Saya coba mempertanyakan berbagi kisah, cerita, kejadian, yang saat ini  sedang hangat. Adalah International People's Tribunal 1965. (IPT). Setelah saya menanyakan ke Audience (anggota Osis yang akan mengabdi masa 2015-2016) ternyata belum mengetahui hal itu. mereka langsung menanyakan apa yang dimaksud IPT 1965. Saya coba terangkan kepada Audince dengan bersifat dialog. "IPT itu sidang rakyat yang dilakukan oleh para aktivis, akademisi, ahli hukum, dan orang-orang terlibat dalam kasus yang dibahas. Kali ini menyidangkan kasus pembantaian, pembunuhan, pengjilangan, pemerkosaan terhadap masyarakat Indonesia yang dituduh PKI pada Zaman Orde baru, sekitar tahun 1965-1966 pada masa peralihan, Soekarno ke Soeharto". Sedikit demi sedikit mulai paham, namun itu hanya opening. Dan saya mencoba mengajak mereka untuk mencari refrensi baik melalui media, cerita dsb mengenai IPT 1965.

[caption id="attachment_379" align="aligncenter" width="300"]Kondisi sidang IPT 1965, di Den Haag, Belanda.  Foto : Cnn.id Kondisi sidang IPT 1965, di Den Haag, Belanda.
Foto : Cnn.id[/caption]

Interaksi dimulai, saya coba untuk menanyakan beberapa hal mengenai program. "Program apa yang kira-kira urgent untuk dilaksanakan?" saya bertanya kepada audience. antusiasme terlihat, berebut pertanyaan. Pendapat lindividu Anggota Osis SMA N 5 Cilegon menarik, mulai dari konsistensi, konflik, komunikasi dengan Alumni, acara, dan lingkungan. Ada satu yang saya usulkan, mengenai lingkungan/Bank Sampah.

"Oke, gini, tadi sebelum dimulai, saya diskusi dengan Pembina, kira2, ada ndak program yang kira-kira mereka bisa menghasilkan, supaya setiap acara Osis ini ndak minta-minta melalui proposal, dor to dor. Kemudian saya teringat program Bank Sampah, program pemanfaatan sampah organik dan non organik. Produksi kompos dan biji plastik. Sampah di sekolah ini kan banyak, kalo dimanfaatkan dengan baik ini akan menjadi uang.

Selain itu, biji-biji plastik bekas botol air mineral dsj, bisa dimanfaatkan lebih mahal lagi, jika tidak dijadikan biji plastik harganya memang murah, tapi kalo dijadikan biji plastik terlebih dahulu harhganya bisa 3 sampai 5 kali lipat. Tentu setiap penjualan harus kiloannya banyak.

Permasalahan yang ada di alat pencacah biji plastik, yang harganya bisa 15-20 juta. Darimana sekolah beli alat ini? Nah, saya usulkan untuk bekerjasama dengan perusahaan yang ada di Ciwandan. Mereka ini kan ada dana CSR, kalo kita manfaatkan untuk mendukung program lingkungan dengan membantu alat pencacah biji plastik saya kira keren, disatu sisi program ini membantu lingkungan, juga progrnya continue, tidak selesai dalam 1 atau 2 tahun. Beda ketika kita kerjasama acara, setelah acara selesai, sehari atau dua hari.

Tinggal bagaimana, sekolah dan Osis melobi perusahaan untuk mengeluarkan dana CSR-nya, karena SMA N 5 Cilegon merupakan satu-satunya SMA negeri di Kecamatan Ciwandan, saya rasa itu sudah menjadi modal.
[caption id="attachment_380" align="aligncenter" width="300"]Program Bank Sampah dan Pencacah Biji Plastik Oleh Walikota Bandung. Foto : Google Program Bank Sampah dan Pencacah Biji Plastik Oleh Walikota Bandung. Foto : Google[/caption]

Selain acara LDKO, Audience yang akan membangun Osis kedepan ini sepertinya rindu kepada kakak-kakak kelasnya yang sudah lulus, ada yang bertanya begini "Kang, bisa ndak ya kita adakan reuni akbar, dari angkatan pertama sampai angkatan kemarin?"

"Why not? Keinginan itu sudah dicoba dalam tahap awal, melalui forum yang ada di media sosial, membuat group yang anggotanya mantan ketua osis dari angkatan pertama sampai kemarin. Dan dalam rangka LDKO ini mereka juga diundang, jika datang semua bisa kita komunikasikan antar reuni akbar. Komunikasi dan kesibukan  masih menjadi masalah utama, sibuk kerja, kuliah, rumah tangga, sampai persiapan nikah. Ha ha haaa...(sensitif emang kalo bahas nikah). Dan akhirnya hanya beberapa saja yang datang.

Sebelum akhir acara dialog mengenai keorganisasian dan problem internal yang dihadapi Osis, saya ajak mereka untuk berpetualang melalui cerita, tidak jauh dari Humanisme, tragedi kemanusiaan diberbagai negara, dan perjuangan oleh pejuang-pejuang Hak Asasi Manusia di belahan dunia.

Adalah Rachel Corrie, yang Saya ceritakan, ia adalah salah satu pejuang, aktivis HAM bagi rakyat Palestina. Wanita keturunan Yahudi, warga negara Amerika Serikat, yang meminta ijin kepada Ibunya untuk pergi ke Palestina dalam misi kemanusiaan, membela rakyat Palestina atas pembantaian yang dilakukan oleh Tentara Israel. Bergabung dengan aktivis-aktivis kemanusian. Ia marah, geram, melihat pembantaian-pembantain rakyat Palestina, anak-anak, ibu-ibu, remaja, dewasa, dilakukan bak bukan manusia, rumah-rumah dihancurkan, mereka dilukai, dibantai dan dibunuh. Meski mendapatkan ijin yang alot, akhirnya Rachel diijinkan untuk berangkat ke Palestina.

Sewatu malam, ia menginap di rumah warga Palestina. Kejadiannya saat pagi hari, ia mendengar ada Buldozer yang akan menghancurkan rumah yang ia tempati. Sontak saja ia keluar melihat kebiadaban ini, ia menghalangi Buldozer tersebut, mengancam agar menghentikan tindakan yang tidak berprikemanusiaan. Buldozer tersebut tak mengindahkan Rachel, tetap berjalan. Malah, berkata kepada Rachel untuk menyingkir. Rachel tidak menyingkir dan tetap kekeh untuk menghadapi dan membela rakyat, serta rumah warga Palestina. Hingga akhirnya, ia dilindas oleh Buldozer, dan tewas.

Yang menarik adalah, ketika seorang Yahudi merelakan nyawanya untuk menolong umat islam (masyarakat Palestina). Dan ketika Rachel Corie ingin menolong, ia tidak peduli, agama yang dianut yang ia tolong itu apa. Yang ia junjung hanyalah Humanisme/kemanusiaan.

[caption id="attachment_381" align="aligncenter" width="300"]Rachel Corrie, Pejuang kemanusiaan di Palestina. Foto : Google Rachel Corrie, Pejuang kemanusiaan di Palestina.
Foto : Google[/caption]

[caption id="attachment_382" align="aligncenter" width="300"]Detik-Detik Tewasnya Rachel Corrie. Foto : Google Detik-Detik Tewasnya Rachel Corrie.
Foto : Google[/caption]

Di akhir diskusi, saya kembali bercerita, nampaknya mereka lebih mengena didongengin atau diceritain, mengenai Humanisne, karena bagaimanapun seorang orgnisatoris harus mempunyai kepekaan terhadap lingkungan dan masyarakatnya.

"Ada yang pernah dengan Priska?" Saya bertanya.

"Belum kang" mereka jawab serentak.

"Ada yang pernah nonton Kick Andy, atau datang lansung atau mungkin ada yang belum tau?" saya kembali bertanya.

Jawaban mereka variative, ada yang pernah, sering, tau, bahkan diam. Begini, saya mencoba kembali bercerita, Priska ini mendapat penghargaan Kick Andy Heroes tahun 2011. Karena penghargaannya dibidang kemanusiaan. Ia seorang tuna netra yang mampu berbuat dengan sesamanya, berbuat kebaikan demi memanusiakan manusia. Bayangkan saja, ketika kondisi dia kekurangan fisik, tidak bisa melihat, ia mampu mengasuh sampai 80 orang (maaf) dalam cacat dan terbuangn seperti dirinya. (Untuk info priska bisa search : Priska School Of Life). Menurut saya, ini orang benar-benar keren, kalo dibandingkan dengan kita, belum ada apa-apanya, mungkin kita yang normal malu melihat hal ini, belum bisa berbuat apa-apa untuk kemanusiaan.

Namum jangan hawatir, kawan-kawan semua masih terbilang muda, masih remaja, masih banyak hal-hal yang bisa dilakukan, berbuat baik, berbagi, dan menjadi inspirasi untuk anak-anak kalian kelak. Kita awali dari organisasi ini, kita awali dari OSIS, kita awalai dafi sekarang. Bahwa, manusia yang paling baik adalah manusia yang bermanfaat untuk yang lainnya, manusia yang memanusiakan manusia.

[caption id="attachment_383" align="aligncenter" width="296"]Priska, Pejuang Kemanusiaan. Foto : Google Priska, Pejuang Kemanusiaan.
Foto : Google[/caption]

[caption id="attachment_384" align="aligncenter" width="259"]Priska di Acara Hitam Putih Trans 7 Foto : Google Priska di Acara Hitam Putih Trans 7
Foto : Google[/caption]
 

 

 

 

 

 

 
Share:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments ( Atom )
Designed by OddThemes

Sekilas

Dari Kampung, Ingin Belajar

Tertarik di kebudayaan, sosial, lingkungan dan pemberdayaan.

Kanal Saya

Powered by Blogger.